Tampilkan postingan dengan label inspirasiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasiku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

The power of Dream

“The poorest man in the world is the man without a dream. The most frustrated man in the world is the man with a dream that never becomes reality.”
Myles Munroe

"Whatever you can do or dream you can, begin it. Boldness has genius, power, and magic in it. Begin it now."
Goethe

"Keep away from people who try to be little your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great."
Mark Twain

"The greatest thing about man is his ability to transcend himself, his ancestry and his environment and to become what he dreams of being."
Tully C. Knoles

"Go confidently in the direction of your dreams. Live the life you’ve imagined."
Henry David Thoreau

"You see things; and you say Why? But I dream things that never were; and I say Why not?"
George Bernard Shaw

"If you can DREAM it, you can DO it."
Walt Disney

"A dreamer is one who can only find his way by moonlight, and his punishment is that he sees the dawn before the rest of the world."
Oscar Wilde

"Keep true to the dreams of thy youth."
Johann Friedrich von Schiller

"If your dream is big enough, the facts don't count."
Don Ward

"Your dreams can be realities. They are the stuff that leads us through life toward great happiness."
Deborah Norville



Sumber: http://pondok-cerita.blogspot.com/2009/07/powerfull-of-dream.html

Senin, 24 Januari 2011

gag ada salahny bermimpi !!!


Mimpi tidak selalu merupakan pertanda, melainkan juga bisa saja sekedar bunga tidur.
Mimpi gag ada salahnya ... yuwp... berkhayal itu hal yang paling mengasikan.. kita bisa ajaw berandai-andai.. gag ada yang melarangnya...
tapi gag semua bisa menerima pernyataan itu... ada saja orang yang bilang jangan banyak bermimpi karena hal itu hanya sia-sia...--->> emang bener, semua mimpi akan terasa kurang sempurna jika kita tidak dapat meraihnya....
Tetapi tanpa mimpi hidup kita akan berjalan flat... gag ada sebuah usaha untuk pencapaian.. gag ada rasa sedih , seneng, deg-degan buat meraih hal-hal yang kita impikan....

Semua kembali ke individunya tapi... saran ku cobalah bermimpi...
coba untuk berangan-angan ...
coba untuk berkhayal...

tapi semua itu juga harus dilandasi dengan suatu usaha!

gag mungkin kan kita kepengen dapat duit kalo kita gag kerja atau usaha apa aja yg memungkinkan tuw duit dateng...
gag mungkin dung ada ujan duit tiba-tiba
yang realistis tapi semuanya berawal dari mimpi ....

kalau ada yang tanya --->> jadi mimpi itu harus yang realistis aja??? yang sebisanya ita capai???
Jawab qu :: gag juga ... karena likaliku nasib bukan ada di tangan kita... tapi udah ada YANG NGATUR ..... DIA yang di atas ....

Jadi mimpi + usaha + doa +keberutungan = Hasil yang kita mau

come on guys ... says "i'am a big dreamer'

(paris i'm coming.....)

Jumat, 02 April 2010

kekuatan itu muncul saat pagi hari

Banyaknya manusia yang lalai dari sholat Subuh, baik dalam pelaksaannya maupun dalam mempelajari hukum-hukum yang berkaitan dengannya, telah menimbulkan berbagai dampak negatif dalam kehidupan masyarakat muslim. Maka berikut ini kami ketengahkan beberapa fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin -Salah seorang ulama besar Saudi Arabia- rahimahullâh berkaitan dengan sholat Subuh.

Semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Soal 1 :
Apakah lebih baik memanjangkan sholat shubuh, khususnya (memanjangkan) bacaannya ?
Jawab:
Ya, termasuk sunnah dalam sholat shubuh hendaknya memanjangkan bacaannya. Dan hendaknya dari bacaan yang panjang diambil dari surat-surat Mufashshal yaitu dari surah Qaaf sampai Amma (An-Naba`) kemudian memanjangkan bacaannya, demikian pula memanjangkan ruku’ dan sujudnya lebih dari yang lainnya.

Soal 2 :
Seorang lelaki terkena junub beberapa menit sebelum sholat shubuh, apakah dia tayamum atau mandi ? Jika mandi, barangkali dia akan kehilangan sholat shubuh (berjama’ah), perlu diketahui bahwa sholat telah ditegakkan.
Jawab :
Wajib baginya untuk mandi sekalipun kehilangan sholat berjama’ah, karena mandi dari junub termasuk syarat sahnya sholat menurut kesepakatan (para ulama). Adapun sholat berjama’ah wajib dan tidak mungkin bertentangan dengan syarat yang wajib.

Soal 3 :
Jika sekelompok orang dalam perjalanan (safar), kemudian salah satu dari mereka terkena junub, apakah dia harus mandi atau tayamum, perlu diketahui bahwa waktunya pendek dan saat itu musim dingin yang sangat menusuk, apa yang mesti dilakukan ?
Jawab :
Jika mengkhawatirkan akan dirinya dari bahaya jika harus mandi, atau air hanya sedikit yang mereka butuhkan untuk minum dan masak, maka dia boleh tayamum. Dan jika air itu banyak atau mungkin bisa menjaga dingin dengan menjerangnya dan mandi di tempat yang terjaga dari hawa dingin, maka wajib baginya untuk mandi.

Soal :
Banyak dari para imam yang terus menerus membaca beberapa surah yang di dalamnya ada ayat sajadah khususnya hari jum’at, apakah hal itu ada dasarnya atau tidak ?
Jawab :
Adapun membaca ayat-ayat yang di dalamnya ada ayat sajadah maka tidak mengapa untuk membacanya, berdasarkan firman Allah Ta’âlâ,
“Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur`ân.” (QS. Al-Muzzammil : 20)
Adapun membaca ayat sajadah pada hari jum’at, maka yang disyari’atkan adalah hendaknya seseorang membaca, Alif Laam Miim Tanzil yakni surah As-Sajadah pada raka’at pertama dan Hal Atâ ‘Alal Insân (Yaitu surah Al-Insân,-pent.) pada raka’at yang kedua. Bukanlah yang dimaksud dengan Alif Laam Miim Tanzil adalah surah yang di dalamnya ada ayar sajadah tapi yang dimaksudkan adalah surah (As-Sajadah) itu sendiri. Jika mudah baginya untuk membaca (surah As-Sajadah) pada raka’at pertama dan pada Hal Atâ ‘Alal Insân raka’at kedua, maka inilah yang disyari’atkan. Kalau tidak, maka janganlah menyengaja membaca surat yang di dalamnya ada ayat sajadah sebagai ganti dari surat As Sajadah.

Soal 5 :
Banyak orang yang mereka memiliki kesiapan yang sempurna untuk menunaikan sholat subuh, kemudian meletakkan semua sebab namun tidak juga menunaikan sholat, maka apa yang mesti kita nasehatkan terhadap orang-orang seperti mereka? Apa hukum sholatnya setelah dia bangun? Apa dia berdosa?
Jawab :
Wajib baginya untuk mengerjakan semua sebab yang menjadikannya dia mengikuti sholat shubuh dengan berjama’ah, diantaranya dengan tidur lebih awal, karena sebagian orang suka terlambat tidur dan mereka tidak tidur kecuali menjelang shubuh kemudian tidak mampu untuk bangun sekalipun sudah memasang jam weker dan menyuruh orang untuk membangunkannya. Oleh karena itu, kami menasehati dia dan orang yang seperti dia agar mereka tidur lebih awal sehingga bisa bangun dengan mudah dan mengikuti sholat berjama’ah.
Adapun apakah dia berdosa ? Ya, dia berdosa jika sebabnya adalah hal seperti ini, baik karena keterlambatan tidur atau karena meninggalkan kehati-hatian untuk bisa bangun maka dia berdosa.

Soal 6 :
Sekelompok orang dalam rihlah atau safar, kemudian mereka semua tertidur dari sholat shubuh dan tidak bangun kecuali setelah matahari terbit, apakah mereka mengqadha’ sholat dengan berjama’ah atau sendiri-sendiri ? Apakah imam mengeraskan bacaannya, sementara mereka menunaikannya pada saat seperti ini ?
Jawab :
Ya, jika ditaqdirkan mereka sekelompok orang dalam safar dan semua tertidur dan tidak bangun kecuali setelah matahri terbit, maka hendaknya mereka berjalan dulu dari tempat mereka berada, kemudian wajib dikumandangkan adzan dan sholat sunnah rawatib fajar kemudian iqamah dan mereka menunaikan sholat secara berjama’ah dan imam mengeraskan bacaannya sebagaimana telah dikerjakan oleh Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa sallam.

Soal 7 :
Ada sebagian orang yang memberi perhatian khusus sholat shubuh berjama’ah hanya di bulan Ramadhan saja dan tidak mengerjakannya di bulan yang lain, apa nasehat anda kepada mereka ?
Jawab :
Saya nasehatkan kepada mereka agar bertaqwa kepada Allah Ta’âlâ dalam semua waktunya baik di bulan Ramadhan atau di bulan yang lainnya karena manusia diperintahkan untuk beribadah kepada Allah Ta’âlâ sampai maut mendatanginya, Allah Ta’âlâ berfirman,
“ Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al Hijr : 99)

Soal 8 :
Apa hukum orang yang luput baginya sholat shubuh secara berjama’ah karena membangunkan anak-anaknya ? Apa nasehat anda ?
Jawab :
Saya nasehatkan agar membangunkan anak-anaknya sebelum adzan sehingga bisa menunaikan sholat berjama’ah, tidak halal baginya untuk meninggalkan sholat berjama’ah lantaran membangunkan anak-anaknya. Jalan keluarnya adalah dengan membangunkan mereka lebih awal dalam tempo yang bisa untuk membangunkan mereka dan mendapatkan sholat berjama’ah. Adapun membiarkan mereka sampai terdengar adzan kemudian bangkit membangunkan mereka, maka terkadang anaknya banyak dan tidurnya lelap maka ini berarti sikap ceroboh darinya.

Soal 9 :
Apa hukum orang yang menunaikan semua sholat (dengan berjama’ah) kecuali sholat shubuh ?
Jawab :
Dia berdosa dengan meninggalkan sholat shubuh berjama’ah, wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta’âlâ dan menunaikan sholat shubuh dengan berjama’ah. Maka dikhawatirkan dengan kumunafikan pada orang yang seperti itu keadaannya karena Nabi shollallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَثْقَلُ الصَّلَوَاتِ عَلَى الْمُنَافِقِيْنَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sholat yang paling berat terhadap orang-orang munafiqin adalah sholat Isya’ dan sholat Subuh, jika mereka mengetahui (keutamaan) apa yang ada pada keduanya (yakni sholat Isya’ dan sholat Subuh) pasti mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (Muttafaq ‘alaih)

Soal 10 :
Apakah imam masjid bertanggung jawab dengan jama'ahnya ? Apa nasehat anda kepadanya ?
Jawab :
Tidaklah imam masjid bertanggung jawab dengan jama’ahnya, namun hendaknya dia mengingatkan mereka dengan nasehat dan bimbingan. Baik nasehat itu bersifat umum yang dia berbicara terhadap mereka di masjid atau secara khusus dimana ketika melihat sesorang menggampangkan (sholat berjama’ah) kemudian dia datangi dan menasehatinya, maka dia bertanggung jawab terhadap mereka dalam hal yang berkaitan dengan sholat. Artinya hendaknya dia mengerjakan dalam sholatnya dengan cara yang lebih sempurna, tidak terburu-buru yang menghalangi mereka untuk melakukan hal-hal yang disyari’atkan.

Soal 11 :
Apa hukum orang yang tertidur dari sholat Isya’ kemudian bangun untuk sholat shubuh dan menunaikannya, namun di tengah-tengah sholatnya dia ingat belum mengerjakan sholat Isya’, apakah dia menyempurnakan sholat subuhnya atau apa yang musti dikerjakan ?
Jawab :
Ya, dia menyempurnakan sholat shubuhnya kemudian sholat Isya’.

Soal 12 :
Apakah cukup dengan adzan pertama untuk mengerjakan sholat shubuh sebelum waktunya ?
Jawab :
Tidak cukup dengan adzan pertama untuk mengerjakan sholat shubuh, karena adzan untuk sholat itu tidak dikerjakan kecuali setelah masuk waktunya, karena Nabi shollallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا حَضَرَتِ الصّلَاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدَكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرَكُمْ قُرْآنًا

“Jika sudah tiba waktu sholat maka hendaknya salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan dan mengimami kalian yang paling banyak (hafalan) Al-Qur`annya.”

Soal 13 :
Apa hukum orang yang memasang jadwal waktu kerja resmi dan sholat shubuh dalam waktu tersebut, baik itu jam tujuh atau jam setengah tujuh, apakah dia berdosa, bagaimana hukum sholatnya ?
Jawab :
Dia berdosa dalam perbuatannya itu tanpa ada keraguan dan dia termasuk orang yang lebih mementingkan dunia mengalahkan akhiratnya. Allah Ta’âlâ telah mengingkarinya dalam firman-Nya,
“Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’lâ : 16-17)
Sholatnya yang seperti ini tidak akan diterima dan bisa lepas dari tanggung jawabnya, kelak dia akan dihisab karenanya pada hari kiamat maka wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta’âlâ dan hendaknya sholat bersama kaum muslimin kemudian tidur setelah itu sampai waktu kerja resminya.

Soal 14 :
Apa nasehat anda secara umum kepada semua laki-laki dan perempuan?
Jawab :
Saya nasehatkan kepada setiap muslim untuk menjaga sholat shubuhnya dan sholat-sholatnya yang lain karena sholat merupakan tiang agama yang merupakan ibadah yang paling pokok setelah mengucapkan dua kalimah syahadat. Barang siapa meninggalkannya maka dia telah kafir dan barang siapa yang menyia-nyiakannya maka dia dalam bahaya. Allah Ta’âlâ berfirman,
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dantidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.” (QS. Maryam : 59-60)
Maka jika mereka bertaubat dan beramal shalih, diharapkan mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan janji dari Allah Ta’âlâ dengan firman-Nya,
“Maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.” (QS. Maryam : 60)

Soal 15 :
Seorang laki-laki luput baginya sholat subuh berjama’ah bersama kaum muslimin, apakah dia sholat rawatib atau cukup sholat shubuh saja ? Perlu diketahui bahwa jama’ah sudah keluar dari masjid.
Jawab :
Dia dahulukan sunnah (rawatib) dari sholat yang wajib (shubuh) karena rawatibnya sholat shubuh adalah sebelum mengerjakan sholat shubuh, sekalipun orang-orang yang sholat telah keluar dan sekalipun telah keluar dari waktunya.

Soal 16 :
Jika orang-orang menunaikan sholat ‘Idul Fitri di tempat sholat shubuh maka apakah makan beberapa butir kurma sebelum sholat shubuh atau lebih utama pulang kepada keluarganya kemudian membuat langkah baru untuk menunaikan sholat ‘ied ?
Jawab :
Jika tidak mungkin untuk pulang, kita katakan : Jangan keluar dari rumah sampai makan dahulu karena keluarmu dari rumah dengan menunaikan sholat shubuh dan sholat ‘ied.

Soal 17 :
Jika seorang muadzin lupa mengucapkan “Ash-Sholâtu Khairun Minan Naum” apa yang mesti dia lakukan ?
Jawab :
Jika seorang muadzin lupa mengucapkan “Ash-Sholâtu Khairun Minan Naum” maka yang dikenal oleh para ulama bahwa adzannya sah, karena ucapan “Ash-Sholâtu Khairun Minan Naum” dalam adzan shubuh itu hukumnya sunnah bukan wajib dengan dalil bahwa Abdullah bin Zaid radhiyallâhu ‘anhu ketika melihat adzan dalam tidurnya, beliau melihatnya dan tidak ada lafadz ini maka ucapan ini adalah tidak wajib dan jika dikumandangkan oleh sesorang dalam adzan shubuh setelah masuk waktu shubuh maka itu lebih utama dan jika tidak melafadzkannya maka tidak mengapa.

Soal 18 :
Sesorang ketinggalan satu raka’at dari sholat shubuh, apakah dia menyempurnakan dengan jahr (bacaan keras) atau sirr (bacaan pelan) ?
Jawab : Dia boleh memilih, namun lebih utama untuk menyempurnakannya dengan sirr karena barangkali ada orang lain yang menunaikannya maka akan mengganggunya jika dikeraskan bacaannya.

Soal 19 : Saya duduk (di dalam masjid) sampai terbit matahari dan belum mengerjakan sholat sunnah sebelum shubuh, apakah cukup dengan mengerjakan sholat sunnah Isyraq tanpa mengerjakan sholat sunnah sebelum shubuh ?
Jawab : Apakah kita katakan sampai Isyraq atau sampai Syuruq? Syuruq adalah terbitnya matahari sebelum naik sampai sepenggalah dan Isyraq adalah menyebarnya cahaya matahari. Yang jelas jika kamu menunaikan sholat Isyraq maka itu belum mencukupi dari mengerjakan sholat sunnah sebelum shubuh dan jika mengerjakan sholat sunnah sebelum shubuh ini juga tidak mencukupi, karena zhahirnya adalah seorang muslim mengerjakan dua raka’at khusus untuk Isyraq dan hal ini lebih hati-hati. Maka dia mengerjakan sholat sunnah fajar kemudian sholat sunnah Isyraq.

Soal 20 :
Saya mendengar hadits –Wallähu A’lam- yakni,

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِيْ جَمَاعَةٍ ثُمَّ جَلَسَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى طَلَعَتِ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةً تَامَّةً تَامَّةً

“Barang siapa yang sholat shubuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit kemudian sholat dua raka’at maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna dan sempurna.”
Pertanyaan : Apakah hadits ini shahih atau lemah? Mudah-mudahan Allah membalas anda dengan kebaikan.
Jawab :
Hadits ada syahidnya dalam shahih Muslim bahwa Nabi shollallâhu ‘alaihi wa sallam jika sholat shubuh beliau duduk di tempat sholatnya sampai terbit matahari adalah hasan, namun yang ada dalam shahih tidak menyebutkan bahwa Nabi shollallâhu ‘alaihi wa sallam sholat sesudah itu. Dan hadits yang disebutkan oleh penanya adalah tidak mengapa dan sanadnya adalah hasan.

Sumber : http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Fatwa&article=85

Sabtu, 27 Maret 2010

tingkat tiga...

Mahasiswa tingkat 3… udah hampr di ujung penghabisan untuk sebuah gelar sarjana….

Maw apa kau stelah lulus???
- kerja
- nikah dg biaya sendiri
- sekolah dg beasiswa
- bisa berbagi dengan banyak sesama
- dan jadi yang luar biasa
- mati dengan banyak amalan di dunia...
- bahagia di akhirat

semua menjurus ke keuntungan ... iya lah .. sapa cih yg mau rugi....???
dan semua tergantung pada WAKTU...
yupp.... slama ini apakah misi – misi mu sudah beriringan dengan jalannya waktu...
dan pada akhirnya semua kan berakhir dengan jawaban dari sang waktu....

jangan sampai kau menyia-nyiakan waktu karena jika itu terjadi maka waktu yang akan menyia-nyiakan mu....

cita n cinta

“smoga kita bisa mencapai cita-cita kita masing-masing….” Kata-kata seseorang yang mungkin sekarang dia sudah tak ingat lagi pernah ngucapin kalimat itu buat aku...

Tak masalah buat aku... dan memang benar sekarang ku berjuang sendiri tuk gapai cita dan cinta bukan hanya cita-cita ... hehehehehe.. terlalu dramatisir....
Gag lah.. ku gag sendiri... masih ada orang tua... sahabat... keluarga... dan teman2 yang menyemangati aku ....

Pertanyaan muncul??
Apa cita-cita mu kaa?
Standar ::: jadi orang sukses.. bahagiain ortu... just 4 it????

Ternyata itu terlalu egois ... semua akan merasa lebih baik jika kau bercita-cita hingga kau mencapainya dan bermanfaat bagi orang banyak.... yuwpz.... berbagi dengan sesama..
Dengan begitu kau merasa lebih luar biasa dan bersyukur dapat bermanfaat bagi orang banyak..

Mulai sekarang...

Senin, 04 Januari 2010

bakar semangat qyu

tiba2 jaw sore itu ... sms dr kawan lama semasa kecil ku membuatku berpikir jauh ke depan (dibaca: berjuta mil jauhnya)... yaw... dia teman masa kecilku saat aku masih berumah di godean... lagi2 fb berjasa menemukanku dengan kawan2 lama yg putus komunikasi dan gr2 fb akhirnya bisa nyambung agy,,,
lewat fb kami bertukar no.hp dan akhirnya bisa sms-an agy degh...
WOW...! kata yg pantas terucap buat mbak yg satu ini... dia sukses dalam masa kuliahnya... Masuk HI UGM angkatan 2006 dan bakal lulus besok februari.. hmmm lulus sangat tepat waktu... pastinya dengan IPE sangat memuaskan...

MUPENG ::: lagi2 ngiri...

sms nya saat itu sangat berarti bgd buat ku... hanya dalam beberapa menit dia bisa bakar semangatku... kembali mengingatkanku apa tanggung jawab ku sebagai seorang anak, sebagai seorang mahasiswi dan sebagai sesama yang harus saling berbagi...

yuwps... banyak hikmah yg bisa ku petik dr ceritanya yg singkat...

aku di lahir kan bukan hanya untuk sebuah kebebasan...
aku di lahirkan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan coretan penaku dan aku harus mempertanggung jawabkan semua coretan itu....

dan semua bermula dari keinginanku untuk berjalan acuh atau serius...
Semua bermula dari keinginanku untuk bersenang-senang dahulu atau kerja keras hingga qu menuai hasilnya....

dan kini qu merasakan keterlambatan qu... aku kalah melawan ego ku...
penyesalan memang selalu dtang di akhir,,,,
namun ini bukan akhir dr seglanya,,,,

aku masih bisa untuk mengejar keterlambatan ku....

semua mimpi2 ku... tunggu aku...!!! tak lama lagi...! karena aku bisa dan aku selalu berusaha....




(**** thanks to mb" Risti, ****)